Kamis, 04 September 2008

Pembuka Tulisan

Sesungguhnya Segala Pujian bagi Allah
Kita memujiNya,
dan Meminta pertolongan kepadaNya,
dan Meminta ampun kepadaNya,
dan Kita berlindung dengan Allah dari keburukan diri kita
dan dari kejelekaan amal-amal kita.

Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya,
dan siapa yang disesatkanNya, maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah
dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

1 komentar:

Abu Ayaz mengatakan...

Assalaamu 'alaykum wa rohmatullah.
Sehubungan dengan pertanyaan antum di artikel blog ana :

http://www.abuayaz.co.cc/2010/06/tuduhan-dan-kedustaan-terhadap-syaikhul.html

Baiklah ya akhi, untuk mengcounter apa2 yang di tuliskan di situs rujukan antum tentang perkataan Imam Adz zahabi terhadap Ibnu Taimiyah (gurunya) yang mana nampaknya situs itu adalah bikinan orang2 Asy 'ariyyah, maka ada baiknya antum juga membuka situs berikut ini sebagai bahan perbandingan ilmiyah. Tafadhdhol

http://syaikhulislam.wordpress.com/2010/03/03/ibnu-taimiyah-dikafirkan-ibnu-hajar-meradang/

Disitus ini membahas kitab :
- Raddul Waafir
- Makhtutat Raddul Waafir

Apa yang membuat pengantar kitab Ini begitu penting adalah Penulisnya yang merupakan Pentolan ulama hadits dari kalangan Syafi'iyah secara Khusus dan merupakan salah satu ulama hadits terbesar sepanjang masa. Para Ulama Menggelarinya Amirul Mukminin fi ilmil Hadiits.

Dialah Al Hafidz Syihabuddin Ahmad Bin Hajar Al Atsqalani As Syafii.

Perlu diketahui Bahwa para pembenci Ibnu Taimiyah banyak berasal dari kalangan Syafi'iyah yang bermazhab Asy’ariyyah dalam Aqidah.

Kebenaran kitab dan Taqridz Ini tidak bisa diragukan lagi karena secara meyakinkan dan Jelas dinukil secara lengkap oleh Murid Ibnu Hajar sendiri yaitu Al hafidz As Sakhawi ketika beliau menulis biografi gurunya tersebut dalam Kitab yang ia beri judul Aljawaahir Waddurar fi Tarjamati syaikhul Islam Ibnu Hajar dan juga disalin ulang oleh Murid Ibnu Nashiruddin Ad Dimasqi yang bernama Muhammad bin Muhammad bin Abdullah Al ja’fari As Syafii.
Semoga bermanfaat.